Hanya karena salah menggunakan kata - kata dan kalimat, sebuah hubungan menjadi tidak harmonis lagi. Fanomena ini juga terjadi di dunia maya, bagaimana membentuk jaringan sosial di internet.
Tak jarang hanya salah berkomen atau salah menanggapi komen, harus menjalani hari serba gelisah dan resah. Dan kalau hal ini tidak disadari, maka kekacauan demi kekacauan akan semakin melebar dan menjebak diri sendiri.
Kembali kepada kesiapan mental individu. Sama halnya dengan dunia nyata di mana kita selalu berinteraksi dengan orang lain.
Dunia maya ataupun dunia nyata, diisi oleh pribadi-pribadi yang serba tidak sempurna akan tetapi membutuhkan perhatian, pengakuan,perlakuan istimewa,timbal balik, support, dan keinginan
untuk mendapatkan rasa nyaman tentunya.
Ketika kita dalam keadaan tidak siap, dalam arti hati dan pikiran dipenuhi oleh hal-hal negatif seperti ada perasaan dendam, terlalu ingin dimengerti, cemburu, dsb, maka komen yang akan kita tinggalkan tidak akan sesuai dengan apa yg ingin kita komenin sewaktu kita dalam keadaan siap atau sadar. Kemungkinan perasaan menyesal akan mendera setelahnya. Sebaiknya hindari berkomen dalam keadaan seperti ini.
Di dunia nyata orang bisa menilai keadaan kita dengan bahasa tubuh yang kita pakai saat berinteraksi, demikian pula di dunia maya orang bisa menilai diri kita dengan kata-kata atau kalimat yg kita pakai. Intinya bukan bagaimana kita mendapatkan penilaian, akan tetapi membantu diri kita sendiri dan orang lain mendapatkan rasa aman dan nyaman.
Berikut ini adalah hal-hal yang sebaiknya kita hindari dalam berkomentar :
1. Menyindir. Bahasa sindiran biasanya dipakai oleh orang-orang yg tidak tahu bagaimana menyampaikan perasaannya kepada orang lain. Jika sindiran itu merupakan hal yang membangun, sah-sah saja. Tapi bila sindiran itu sudah dipakai untuk menyakiti/menyudutkan/mengkambinghitamkan seseorang, disini permasalahannya. Konflik tak berujung akan segera timbul bila salah satu pihak tidak bisa menanggapinya dengan arif.
2. Mengumpat. Dengan mengatai atau memaki seseorang di depan publik, bukanlah sikap yg bijaksana. Karena kebenaran itu sangat halus, tidak kasar. Jadi jika masih terus memaki dan
mengata-ngatai yg lain dalam berkomen, maka jangan berharap dapat pembelaan dari publik.
Kemungkinan terburuk mereka cenderung berpaling.
3. Bercanda yang meremehkan fisik atau kelemahan orang yang bersangkutan. Di sini ada dua kemungkinan, disengaja atau tidak disadari. Menanggapi gaya bercanda model begini dibutuhkan situasi hati yang lagi senang & damai, kesiapan mental yg baik serta pribadi yg berjiwa besar. Jika boleh meminta sebaiknya hindari bercanda dengan mengungkit kelemahan fisik/mental orang lain, masih banyak bahan-bahan lain yang bisa dipakai buat bahan guyon.
4. Marah. Ketika kita marah, kita cenderung menuliskan kata-kata kasar, kata-kata yang tidak ramah yang membuat orang lain merasa berhak tersinggung. Sebaiknya berdamai dulu dengan diri sendiri maupun orang lain, sebelum memulai menuliskan komen. Jika kita mau, Yang Diatas paling senang membantu orang yg berniat berdamai, segala jalan disediakan. Hitung-hitung kita menjadi berkat buat orang lain, sehingga mereka merasa bahwa keberadaan mereka sangat berharga, dan istimewa.
5. Memancing kerusuhan. Misalnya kita sudah tahu bahwa seseorang sedang bermasalah dengan yang lain, akan tetapi keberadaan kita di sana justru bukan sebagai air yg memadamkan, akan tetapi sebagai angin yg membuat api menjadi lebih besar.
Hal-hal tersebut di atas hanyalah sebagian kecil contoh yang harus dihindari di dalam berkomen. Mungkin ketika kita dalam keadaan berkonflik, kita mampu mengklaim seseorang bukanlah orang yang berharga di mata kita, bukan orang yg kita perlukan, dan kita bisa hidup tanpa dia, akan tetap tidak ada mahluk yang dipertemukan dengan kita tanpa tujuan. Hidup ini masih proses, kita dipertemukan dengan orang lain apapun keadaannya adalah semata untuk saling belajar dari kelebihan maupun kelemahan masing-masing.
Saya sendiri masih proses pembelajaran, kadang juga gagal di dalam memelihara sebuah hubungan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Mari kita belajar bersama…. Kita ada, dia ada, mereka ada, semua karena ada tujuannya…
Comments(9)