Menatap SinarMu Lagi

    rindu bermandikan sinarMu

Dalam koronkaku lirih…
rindu pulang pada Sebuah Hati & menangis…
pandangi hati luluh lantak
rasa kalut dan duka melebar
sendirian, ketakutan di sudut ruang gelap
menghitung bayang-bayang… kelam…

Mari mari sini, aku rindu wajahMu
aku ingin bermandikan sinarMu
aku tak bisa lari dariMu, sejenak saja…

Lihatlah rapuhku, tangan yg terulur butuh sambutan…
jiwa yg miskin dan mengiba,
mari mari sini, buai lagi aku dengan hangat kasihMu
yg dulu-dulu sempat kukecap
yg dulu-dulu indah kurasa
yg dulu-dulu aku hanyut dibuainya, bahagia sekali…

Kasihanilah aku…
karena sombongku,
karena congkakku,
karena betapa tinggi hatinya aku,
karena egoisku yg tak berbagi beban denganMu,
karena menolak salibMu,
karena menahan-nahan diri bertemu denganMu…

tolong Bapaku..
hanyutkan aku, leburkan aku, tarik lagi aku ke kedalaman kerahimanMu…
Engkau tahu hanya itu tempatku,
Engkau tahu hanya itu hasratku,
Engkau tahu hanya itu obatku,
aku rindu Kau pikul lagi bebanku, Kau ambil bagian terberatku…

3 Responses to “Menatap SinarMu Lagi”

  1. ave Says:

    hati ini terisak dalam kesunyian malam,
    dingin mencekam,
    berlutut, merunduk dan berlipat tangan,
    ku pohon ampunan dan urapan,
    tawari JIWA ini ya Bapa,
    Urapi jiwa ini ya Yesus…
    hanya ENGKAU HARAPAN TERAKHIRKU,
    DASAR HIDUPKU,
    SANDAR JIWAKU,
    dengan runduk dan rendah,
    ku serahkan seluruh jiwa ragaku,
    hidup matiku
    keharibaan keAGUNGAN-MU.

  2. mariMaaar Says:

    Thank you Ave…
    love your poem, we are in the same boat now…

  3. Jongky Says:

    Ammmiiinn

Leave a Reply